EMBRYO III

EMBRYO III

acara yang diadakan untuk kaderisasi pengurus DKM As-syifaa’

di RANCA UPAS

daerah yang sama sekali dulunya tak pernah ku dengar namanya…

EMBRYO diadakan selama 3hari 2malam. Jumat sore, pertama kami dikumpulan diBALE PADJADJARAN 4 untuk mengumpulkan perlengkapan, shalat magrib dan isya jamaah dan makan bersama.

Perjalanan ke RANCA UPAS dimulai pukul stengah sembilan malam, dengan menggunakan Tronton, pengalaman yang baru aku rasakan pergi dengan menggunakan tronton. walaupun sempat menunggu sedikit lebih lama, akhirnya kami berangkat juga…sepanjang perjalanan, masih banyak daerah-daerah yang tak aku tahu, aku duduk dekat pintunya dan meihat ke arah langit luas, seraya lirih berkata”YA Allah…Alhamdulillah untuk semua nikmat yang kau beri”. dan ragaku dan teman2 lainpun dibawa oleh tronton ke lokasi tempat akan diadakannya acara.

nyampe di RANCA UPAS, aku takjub dengan cuacanya yang begitu dingin dan diiringi dengan rintikan hujan dan kabut. perjalanan dimulai ke tenda tempat kami menginap, mmm…pengalaman tidur dibawah tenda dengan cuaca yang begitu dingin. karena rasa kantuk yang tak bisa ditahan lagi akupun terlelap. ……

paginya…kami dibangunkan untuk mengikuti acara selanjutnya dan shalat subuh berjamaah terlebih dahulu, setelah shalat brjamaah dilanjutkan dengan senam bersama, ya…senam dengan gerakan2 kreatif spontan dari teman2 yang tiba2 ditunjuk untuk menjadi peraga. setelah senam dan karena cadangan glukosa menipis akhirnya aku makan bersama teman2 lainnya. nasi goreng buatan panitia yang enak…

setelah makan, acara dilanjutkan dengan GAMES… suasana indahnya RANCA UPAS mulai terlihat…kabut2 pun tak jarang untuk menghampiri. GAMES dimulai dengan pembagian sebuah kelompok, dan aku menjadi bagiandari kelompok 2…

walaupun dalam permainan,kelompokku sering mengalah…dan menang ketika ada GAMES yang bernama perang BADAR…ya,,games yang butuh tenaga ekstra untuk berlari…main bersama lumpur, pipet, tali, situli bisu buta….Games yang memberi banyak hikmah..bahwa kami sebagai calon pengurus baru harus tetap saru, bersama-sama dalam menjalankan tujuan yang sama dan saling menguatkan…

dengan badan penuh lumpur aku harus segera membersihkan  pakaian, karena kami akan segera menuju suatu tempat untuk balai pengobatan. Aku tak sabar untuk bisa secepat mungkin bertemu dengan pasien pertamaku. di perjalanan menuju desa yang bernama cipela. dengan menggunkan angkot yang berwarna kuning, kami melanjutkan perjalanan selanjutnya.

SUBHANALLAH…subhanallah…subhanallah… Sungguh Engkaulah yang MAHA INDAH ya ALLAH… sungguh luar biasa pemandangan yang Engkau ciptakan ya RABB…

aku takjub melihat hamparan kebun teh yang begitu luas dan indah…hijaunya menyejukkan mata yang melihat, kebun teh terindah yang pernah aku lihat…benarbenar seperti mimpi…aku menelusuri perjalanan melewati kebun teh menuju desa yang jauh dari keributan dan kemacetan kota. desa yang benar-benar asri. setiba di tempat balai pengobatan, bagian kelompokku mendapatkan simulasi dari tim medis As-syifaa. belajar banyak hal…pengen jadi bagian dari TMA

setelah itu, aku pun menggunakan jas lab, ya..setidaknya bisa jadi dokter-dokteran terlebih dahulu..menunggu giliran untuk bertemu dengan pasien pertamaku…selama menunggu,,,aku mencoba mengajak beberapa pasien yang juga menunggu untuk bercerita…

naaaahh…disinilh tantangannya, aku belum bisa bahsa sunda…jadinya aku tidak bisa berbaur lebuh jauh dengan masyarakat disini, pengen sekali bercerita banyak dengan mereka, tapi jadi susah nyambungnya…hmmmm

dan giliranku pun tiba….

aku mendapatkan pasien pertamaku..didampingi dengan kakak yang co-ass (ternyata beliau orang padang juga)

dokter-dokteran dimulai

“selamat sore bapak, nama saya Annisa Lidra Maribeth, mahasiswa tingkat pertama Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Nama bapak siapa?”

“Sudarmin”

“umur bapak berapa?”

“72 tahun”

“punten bapak, saya mau tanya-tanya bapak dan mau mengukur tensi bapak dulu, boleh?”

‘mangga neng”

“bapak biasanya tensinya berapa”

“….?????……”

“biasanya tensinya berapa pak?”

“….????….”

aaa…bapaknya gag ngerti dengan uacapan aku…aku mencoba memikirkan bahasa lebih mudahnya dan ingin menggunakan bahasa sunda…tapi belum bisa…dan akupun melanjutkan mengukur tensinya.

“tensi bapak 140/90 ”

“dulu waktu diukur sama bidan yang disni juga segitu neng.”

(seneeeng, bisa ngukur tensi benar…)

dan anamnesa pun dimulai,

“bapak keluhan utamanya apa?”

‘kaki bapak sakit neng, kiri kanan rasa uratnya kejang-kejang, sakiit, udah sejak 3 tahun yang lalu, jadi gak bisa kerja”

“oo..biasanya sakitnya kapan aja pak?, ada keluhan lain lagi pak?”

“setiap hari neng, trus 1bulan ini badan bapak gatal-gatal, seluruh tubuh..”

……………………..

setelah melakukan anamnesis yang panjang, aku pun membawa bapaknya untuk diperiksa lagi sama dokter yang aslinya…

seraya menunggu, aku mencoba untuk mendekatkan diri pada pasien, bertanya-tanya, dan bapak Sudarmin bercerita bahwa beliau sangat jarang berobat, dan beliau biasanya hany menahan sakit dan memaan sayur bayam atau nasi garam saja. akupun ingin melanjutkan cerita mengapa, tapi aku terhenti dengan terbatasnya kosa kata yang aku miliki, tapi aku masih sempat bercerita lebih, pak sudarmin, sejak tidak bekerja, penghidupannya di biayai oleh anak-anaknya, beliau memiliki 4 orang anak, dan beliau jarang berobat karena tak memiliki kemampuan untuk itu, disamping itu didesa cipela hanya ada 1bidan dan belum ada puskesmas pembantu. sehingga bapakpun bisa dibilang hanya beberapa kali berobat, bahkan jarang..desa yang indah namun jauh dari pengelihatan, desa yang begitu asri…

ingin bercerita banyak dengan pasien pertamaku, tapi aku kebingungan memikirkan bahasanya…

dan setelah diperiksa ulang dokter, akupun mengambilkan obat untuk bapak Sudarmin, dan memberikannya. dengan menjelaskan cara penggunaan obatnya, dan bapaknya tersenyum, akupun senang seraya berkata “cepat sembuh ya pak”

aa…benar-benar realisasi dari salah satu mimpiku, bisa bertemu pasien dan menjadi dokter di daerah terpencil yang jauh dari pusat kota(walaupun masih calon dokter sekarang) tapi aku senang…Alhamdulillah ya ALLAH

setelah itu, kami pun bergegas untuk segera balik ke RANCA UPAS, kami balik ba’da magrib, da sepanjang perjalanan menuju ranca upas, suasanya semakin dingin,berkabut dan gelap, karena tidak ada penerangan jalan. benar-benar serasa berpetualang dalam dunia mimpi…

sesampai diranca upas, aku dan teman2 kembali bertemu lumpur..

kembali ketenda untuk bergegas shalat dan kemudian pergi ke tempat api unggun untuk acara makrab(malam akrab) bertemu dengan alumni.

dan setelah makrab, akupun kembali terlelap dalam sleeping bag…

minggu(19-12-10) pukul 3 dini hari, kami bergegas untuk LONG march..

perjalanan dimulai…dalam kegelapan diterangi dengan sinaran center, akupu menikmati suasana itu, dingin berkabut dan berjalan di tengah kebun teh yang belum terlihat,.dan di perjalanan aku melihat tulisan “selamat datang di kebun RANCA BALI”. kebun yang Subhanallah…indahnya…setelah disinari dengan cahaya matahari. tak jarang kami menjadikannya tempat untuk berfoto.

pemandangan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, kebun teh yang indah. dan ternyata pemandangan selanjutnya jauh lebih indah yaitu kami munuju ke Situ PATENGAN.. danau ditengah kebun teh, Subhanallah ya ALLAH…aku benar-benar takjub melihat pemandangan yang luar biasa indahnya…subhanallah….

danau yang ada pulau asmara(karena berbentuk love) dan didalamnya ada yang disebut dengan batu cinta. dan juga memiliki dongeng mengenai daeak situ PATENGAN itu.

berada dalam kabut,cuaca dingin seraya menikmati pemandangan yang luar biasa indahnya…dalam hati ku lirih ” Ya ALLAH kuatkanlah ikatan ukhuwah kami dan jadikanlah perjuangan itu kelak kan terasa indah, seindah pemandangan disini dan kuatkanlah kami untuk bersama bangkit dalam perjuangan panjang dijalanMU, layaknya perjalanan panjang kami menuju tempat ini,kuatkanlah ikatan ini ya ALLAH”

kamipun diberi waktu bebas untuk menikmati indahnya ciptaan SANG MAHA PENCIPTA.

dan stelah itu dikumpulkan di pemandangan situ patengan yang indah, dan Saat itulah intinya…kami diingatkan akan niat yang tulus dalam perjuangan di jalan ALLAH ini, bahwa amanah menjadi pengurus DKM bukanlah amanah yang main-main, kita DKM as-syifaa adalah satu tubuh, tubuh yang terikat dalam prjuangan dijalanNYA, tubuh yang akan bersama-sama menyatukan hati untuk menegakkan AsmaNYA untuk menauladai RASULNYA, dan berdakwah dimana saja, menjadikan diri sebagai Pejuang di jalanNYA, tujuan untuk menjadikan islam tidak tabu lagi, khususnya di dilingkungan FK UNPAD, agar adzan bukanlah menjadi hal yang diabaikan lagi, agar tidak ada lagi yang mengabaikan shalat, agar lingkungan kampus ini untuk beberapa tahun yang akan datang akan tetap dan terus terjaga keislamannya, dan kita tidak akan mampu untuk itu jika kita tidak meluruskan niat kita terlebih dahulu hanya untuk ALLAH, niat yang akan memperkuat ikatan ukhuwah kita,karena kita akan mengambil cinta dari langit lalu menebarkannya kebumi dalam dekapan ukhuwah.

PELANTIKAN KEPENGURUSAN DKM AS-SYIFAA’

Kita punya pemimpin, tapi tubuhnya sangatlah rapuh jika berdakwah sendiri, tujuan itu tidaklah hanya diemban oleh pemimpin, tapi oleh kita bersama, ukhuwahlah yang akan menguatkan kita, dan pemimpin kita hanyalah orang yang diamanahi oleh ALLAH untuk sama-sama berjuang dijalanNYA,

kita ADALAH KELUARGA ISLAM

KITA SATU TUBUH

saat ini kita kan berjuang bersama dalam perjuangan dijalanNYA…

ALLAHUAKBAR…

19-12-2010-situ patengan..

 

EMBRYO luar biasa yang memberi banyak inspirasi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s